Saya termasuk orang yg kudet. Buktinya, baru tahun 2017 saya menggunakan wordpress ini. Ini pun saya putuskan untuk bikin setelah saya tanya kepada salah satu temen, bagus mana antara wordpress sama yang ‘itu’? Dan teman saya, setelah bertanya pada temannya yang lain, menyarankan saya untuk menggunakan situs ini sebagai ‘entahapanamanya’ buat blog saya.
Sebenarnya, sudah sejak dahulu kala saya tahu tentang situs ini (ha kok malah review mbi promo situs ki). Beberapa teman yg diam-diam sering saya ikuti tulisannya memakai situs ini, dan entah kenapa kok saya g ikut-ikutan. Malah bikin di situs yang ‘itu’ terus. Walopun sebenarnya juga gak bakal ada pengaruhnya secara gedhe sih, lha wong saya juga gak rajin nulis kok. Mau situs ini apa itu, ya sama-sama gak ada isinya.

Seperti halnya di prolog di situs yang lama, saya sih pengennya, lewat media ini, saya pengen curhat berkepanjangan. Gak ada habisnya. Hari ini curhat, besok juga dan seterusnya. Tentang apa? Seperti teg-lain blognya “linguis-pekok”, yang ingin saya curhatkan adalah nasib saya yang harus lulus dari kuliah (kulia-an) linguistik, dan nasib saya yang lain; yang masih saja pekok sama ilmu ini.

Karena sadar-pekok inilah saya merasa pengen kayak teman-teman yang lain (ha kok wes mulai curhat) yang saya rasa lebih hebat dari saya.

Harapan saya sih gak muluk-muluk. Kalo saya bisa curhat terus aja, sudah senang saya. Minimal ya, kalo nanti gak pinter-pinter linguistik ya,, jadi pinter curhat. Kan lumayan.

Begitu lah. Semoga saya cepat dapat teman curhat, ato kalo bisa guru curhat! Eh, saingan curhat boleh juga kayaknya.

Shalom.

linguispekok Avatar

Published by

Categories:

Leave a comment