Kemarin, istri saya tiba-tiba bertanya “ini hari apa, Yah?”. Saya dg lugunya menjawab “minggu”. Lalu istri saya cuma diam dan pergi.
Malam harinya, saat kami sedang berdua di kamar dia mengitung tahun di depan saya. “2013, 14, 15, 16, 17, 18, 19. Wah wes pitung tahun ya, Yah”. Gobloknya. Saya juga masih belum faham juga. Saya pun pura-pura scrolling hape sambil mikir “opo se maksude ki bocah?”
Setelah berpikir agak keras, saya kemudian ingat. O mungkin ttg pernikahan kami. Kemarin, tgl 23 adalah hari pernikahan kami, kata dia. Karena memang saya tdk ingat sama sekali ttg itu.
Karena itu tgl penting dan saya tidak mau kehilangan wibawa karena tdk mengingat momen sepenting itu, saya pun pura-pura bertanya. Sialnya, pertanyaan spontan saya malah ntut.
“Opo iyo wingi tanggal nikahe dewe?”
“Piye tho sampean ki? Lali po piye?”
Saat mendengar kata ‘lali’ itu lah saya tahu sedang salah melangkah. Ncuk, maka saya pura-pura scroll hape lagi. Dan kemudian ambil langkah seribu.
“Eh tadi si Adiba nangis terus mulai jam berapa? Tadi tak cariin laktobi gak ada je. Habis”.
Leave a comment