THE MUSTANG
Tentang film:
Judul : The Mustang
Sutradara : Laure de Clermont-Tonnerre
Detail : https://www.imdb.com/title/tt5952594/?ref_=fn_al_tt_1
Link streaming : https://bioskopkeren.vip/nonton-the-mustang-2019-subtitle-indonesia/
Entah darimana saya harus memulai tulisan tentang film ini, tapi satu hal yang perlu saya sarankan kepada anda adalah; tonton saja! Memang genre film ini tidak se-wah avenger: the end game dan sederet film-film superhero lainnya, tapi menurut saya pesan dari film ini tak kalah apik dan bahkan mungkin lebih layak untuk dicerna ketimbang sekedar pesan tentang perselisihan antara makhluk-makhluk bertenaga super.
Film tentang keluarga seringkali dihadirkan dalam frame yang klise, sebuah keluarga memiliki masalah, terjadi gesekan-gesekan dan kemudian mendapatkan jalan keluar, lalu berakhir bahagia. Cerita tentang Roman, tokoh dalam the mustang ini, dihadirkan sebagai hal yang benar-benar berbeda. (pendapat berbeda ini harus anda pahami karena saya sendiri memang tidak memiliki cukup referensi untuk membandingkan the mustang dengan film lain, yang mungkin saja setipe atau malah mirip, maafkeun). Roman, yang dipenjara karena menganiaya istrinya, masih saja menghadapi permasalahan emosi, walaupun dia telah dipenjara selama 12 tahun. Tentu saja, lama durasi penjara tidak serta merta membuat seorang narapidana kemudian menjadi priest, santo, tapi hal ini membuat Roman menjadi pribadi yang sama sekali tidak berbeda. Hal ini juga, yang kemudian menghadirkan masalah dalam dirinya.
Masalah pertma muncul karena anaknya, Martha, yang menyaksikan bagaimana ibunya dianiaya oleh ayahnya sendiri, datang meminta persetujuan untuk menjual rumah warisan keluarga untuk membiayai anak yang sedang dikandungnya. Martha punya kehidupan baru, dan ia meminta Roman untuk menyetujui permohonannya. Martha merasa dia berhak untuk kehidupan yang lebih baik. Tentu saja Roman, dengan amarahnya yang tidak terkendali, marah dengan hal ini. Dia menolak keinginan Martha, titik.
Hubungan Roman dengan Martha memang tidak pernah baik. Sebagai anak tunggal, Martha harus menyaksikan ibunya disiksa hingga cacat oleh ayahnya. Di lain pihak, Roman yang tidak sanggup menaklukkan emosinya, berdiri di persimpangan jalan; antara bersikap abai terhadap anaknya dan mengakui kesalahannya serta mencoba memperbaiki keadaan yang tentu saja sangat sulit baginya
.
Permasalahan kedua adalah Roman mendapati dirinya terkurung tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga secara psikologi. Alih-alih ingin keluar dari penjara, Roman merasa penjara adalah tempat ia berada. “aku tidak bisa bergaul dengan orang lain” katanya, menyadari keengganannya untuk kembali ke masyarakat dan ketidakmampuan nya dalam menaklukkan ego dan membaur dengan orang lain. (kalau lihat situasi ini, saya jadi teringat Brooks dalam shawshanks redemption yang enggan keluar penjara karena sudah terlalu lama di penjara).
Sebuah solusi kemudian datang, dimana sebuah program pelatihan Mustang (kuda liar ikon Amerika) dilakukan di penjara tempat Roman ditahan. Kuda-kuda itu dilatih (dijinakkan) kemudian dilelang kepada kantor-kantor kepolisian di seluruh Amerika. Roman yang pada mulanya hanya bekerja membersihkan kandang, penasaran dengan suara kandang yang ditendang oleh salah satu kuda liar. Dia pun mencoba mencari tahu dan masuk ke kandangnya. Tentu saja hal itu membuat Myles sebagai penanggung jawab program, marah. Saat itu lah, Roman dikenal oleh Myles.
Selanjutnya, tentu saja seperti yang anda tebak. Roman akhirnya mencoba melatih salah satu mustang. Dan tentu saja, Roman menghadapi permasalahan baru dalam hidupnya. Sebagai pelatih mustang, seperti kata Henry yang merupakan mentornya, (ha kok ini tiba-tiba ada nama henry? Ya maklum ini tulisan masih belajar jadi meloncat-loncat kesana-sini.) untuk bisa melatih mustang dia harus bisa mengendalikan amarahnya. Roman harus ‘selesai’ dengan dirinya sendiri.
Boro-boro ‘selesai’ dengan dirinya sendiri, Roman malah mencoba menganiaya mustang yang ia latih. Seperti halnya perkelahian sengit lainnya, Roman dengan kepalan besarnya mencoba menghajar si kuda. Roman (saati ini saya sedang berpikir, ha sopo seng gelem moco tulisan iki?) kehilangan dirinya, ia diisolasi selama beberapa waktu, sebelum badai pasir menyapu penjara (dan tentu saja kandang-kandang kuda di sekitar penjara.) Roman kemudian dipanggil untuk menyelamatkan kuda-kuda liar itu. Hal ini tentu saja sulit, karena kuda-kuda itu awalnya memang tidak bisa dipegang oleh Roman. Tetapi, entah kenapa, dengan keputusasaan, pada saat badai itu terjadi, Roman bisa ‘menjinakkan’ si kuda. Hal ini adalah titik balik dalam hubungannya dengan mustang yang ia latih.
Intensitas interaksinya dengan kuda yang ia latih kemudian menghadirkan keheningan dalam pikirannya. Roman merasa ia sedang berdialog dengan dirinya sendiri. Momen itu lah yang kemudian menyadarkannya. Momen itu lah yang kemudian menjadi ‘jarak’ antara dia dan masalah-masalahnya. Yang kemudian memungkinkannya untuk berpikir tentang hal-hal yang berharga bagi dirinya, tentang bagaimana ia harus memperjuangkan hal-hal tersebut. Dan pada momen ini lah, Roman menyadari bahwa semua itu akan terwujud dengan pengorbanan yang harus ia lakukan. Ia ‘menaklukkan’ dirinya sendiri. Ia mengikatkan lasso ke ‘mustang’ yang ada dalam dirinya. Mengendalikannya dan berlari sesuai kehendaknya.
Roman kemudian mencoba memperbaiki hubungannya dengan Martha, ia berkirim surat, meminta maaf, dan menghidupkan lagi api kecil keinginan untuk keluar dari penjara. Hal yang tentu saja berat, tapi seperti halnya kesulitan-kesulitan saat ia melatih mustang, ia pun sudah siap dengan semua kemungkinan yang mungkin terjadi.
Film ini diakhiri dengan cerita ditutupnya program pelatihan mustang karena kekacauan saat lelang berlangsung. Marquis (lha iyo lho, cerito wes dowo kok yo nyebutke jeneng kuda ne kok yah mene. Pekok) kuda yang Roman latih, merasa terganggu dengan suara helikopter dan tidak dapat dikendalikan. Membuat Roman terjatuh, terseret dan terluka. Marquis kemudian dianggap tidak bisa dijinakkan dan mungkin akan dibunuh (?), tetapi tentu saja secara sembunyi-sembunyi Roman yang dibantu oleh Myles akhinya membebaskan kuda itu.
Dan tentu saja, ikatan itu kemudian memberikan balasan yang setimpal. Roman yang masih dipenjara, melihat marquis berkeliaran di sekitar penjara lewat jendela sel nya. Sebuah tanda bahwa Marquis menantikan Roman di luar penjara. Begitu lah,
Leave a comment