Saya banyak masalah hidup, saya yakin Anda juga. Maka, untuk mengatasinya saya biasanya mencari pelarian. Sekadar mencari jarak dari semuanya. Dari masalah-masalah yang ada. Apakah Anda juga? Saya tak tahu. Tapi, kelihatannya iya. Haha.

Dari dulu, ada beberapa hal yang biasanya saya lakukan untuk membuat ‘jarak’ itu. Mulai nonton film, baca buku, naik motor keliling Jogja malam hari. Tetapi, setelah pindah ke Banyuwangi hanya beberapa yang kemudian saya sadari benar-benar menentramkan.

1. Main Futsal.

Futsal sudah menjadi hal yang menyenangkan bagi saya sejak S1. Setiap sabtu pagi, saya selalu meminjam motor teman kos. Saya geber menyusuri selokan mataram dari bilangan Gaten menuju jalan Gejayan. Nyebrang Gejayan, melewati Kanisius terus ke barat di daerah Karang Gayam.

Sebelum kuliah, sepakbola hanya sewujud tontonan bagi saya. Dan sesekali permainan, PS. Tak pernah lebih. Main pun tak sebegitu dapat dinikmati, tapi saat S1; Berbeda. Benar-benar memberikan kesenangan. Saya suka saya suka.

2. Pit-Pit an

Setahun lalu, saya yang pulang futsal di daerah Jajag Banyuwangi merasakan kaki saya sakit, tidak seperti lelah otot seperti biasanya. Maka benar saja, keesokan harinya saya akhirnya tahu otot tendon achiles saya robek. Harus di-gips, sakit benar. Dan sekarang, setahun kemudian, kaki saya masih tidak bisa dibuat main futsal. Maka, ada niat untuk ‘pensiun’ ala ala dari futsal. So sad.

Sebagai gantinya, saya sekarang pit pitan. Sebenarnya waktu masih main futsal, pit-pitan juga sudah saya lakukan, tapi tak jadi yang utama. Sekedarnya saja, halah.

Setiap sore, saya lebih suka sore timbang pagi, saya pergi menyusuri jalanan di desa saya. Saya punya jalur pit-pitan ajeg. Pinggir sawah, menyusuri sungai, menentramkan. Silakan coba jika senggang. Benar menyenangkan, setidaknya bagi saya.

3. Nyiram-nyiram

Ini hal baru yang saya sadari belum lama. Di atas DAK rumah, seorang santri Blokagung menanam banyak tanaman di dalam polibag. Beberapa waktu lalu dia harus pulang karena Ayahnya naik haji. Saya yang ketempatan itu tanaman, mau tidak mau harus menyiraminya.

Tak saya nyana, ternyata hal itu benar-benar menyenangkan. Saat saya mengambil air dengan Gembor, lalu menuangkannya di polibag, diatapi langit senja, sesaat setelah pit-pitan atau sebelumnya, benar-benar wasyuuu. Enak tenan. Saat-saat seperti itu, entah bagaimana mekanismenya, bisa menghilangkan kenangan saya akan hutang-hutang yang tak kunjung terbayar, masalah rutinitas rumahtangga, teman kerja Julid dan semuanya.

4. Menulis

Ini hal terakhir yang tidak pernah saya sangka bisa punya power healing yang maknnyus. Menulis bagi saya, sejak dulu, adalah semacam utopia saja. Tak bisa itu kemampuan melekat pada saya. Saya, dalam dunia ini, hanya pasar saja, penikmat. Pernah ada keinginan untuk bisa menulis, tapi tentu saja itu hanya sebatas angan saja. Tak pernah saya bayangkan menulis bisa punya ‘rasa’ seperti ini.

Setelah ada beberapa hal yang menjadi ‘pemantik’, tak saya nyana semuanya kemudian begitu mudah bagi saya. Menulis menjadi hal yang biasa dan laiknya futsal, pit-pitan, dan nyiram-nyiram, ia membawa semacam kehangatan. Cuiiiiih. Tapi benar, memang kehangatan. 😂

Lalu, saya mulai membuka kembali Blog usang ini yang sudah lama sekali saya abaikan. Saya tak menyangka tulisan telek kayak gini juga ada yang mau baca, hal itu juga kemudian menjadi hal baru bagi saya.

Engagement, saya baru tahu namanya kemudian, semacam keterikatan kutub-kutub tertentu. Keterlibatan pembaca dalam dunia tulisan saya, yang saya ciptakan, yang saya bentuk semau-mau saya. Engagement yang menyenangkan.

Dan kemudian baru saya sadari, Menulis ternyata memiliki healing power sendiri, unik, menyerupa entitas yg benar baru, setidaknya bagi saya.

Dan, walau ada teman yg bilang bahwa niat menulis tak boleh demi kuantitas pembaca, tetapi engagement dengan pembaca adalah salah satu cara ‘tumbuh’. Kalau bisa berkembang dan tumbuh bersama, kenapa tidak?

Dan jika Anda terdampar di sini, tersesat, maka saya harus bilang ke Anda:

“Anda tidak sendiri di belantika masalah ini, Ada saya juga!”

@Teras Coffee Blokagung

30 Juli 2019 22.39

linguispekok Avatar

Published by

Categories:

Leave a comment