Saya baru selesai memarkir motor, lalu masuk sebentar ke dalam rumah, meneguk 2 gelas air putih kemudian keluar lagi, saat itulah saya dipanggil ke kamar bapak saya. Saya lalu melangkah ke sana.

Di kamar, sudah ada emak dan adik bungsu saya yang masih sd. Pada mulanya saya tidak paham dengan situasi yang sedang terjadi, saya meraba-raba nuansa yang berlangsung. Saat terdengar suara lirih bapak saya, baru lah saya mulai mengerti.

“Ki lho, jagone gari siji. Arep tak omongi. Sesok lek wes lulus sd, tak kon sekolah mts. Po smp plus, mbi diniyyah. Lek wes lulus wustho, tak kon apalan alqur-an”

Saya yang mendengarnya merasa sedih seketika.

Bapak saya adalah alasan saya pulang ke Banyuwangi. Meninggalkan apapun yang sudah saya rintis bersama istri saya di Jogja dan Magelang. Timik2 karir tak saya pedulikan, hingga sekarang saya mukim di Banyuwangi. Dan semua itu karena bapak saya, karena Blio sakit dan meminta saya pulang.

Semenjak kepulangan saya dua tahun lalu, kesehatan bapak naik turun. Sehat kumat, begitu terus. Tapi, semua dalam tren membaik, walau sesekali kumat tapi tak separah dulu. Saya datang dari Magelang saat bapak saya tak bisa bergerak sama sekali, kemudian lambat laun berangsur ‘pulih’.

Sekira sepuluh harian yang lalu, bapak saya, entah kenapa, tidak bisa bergerak. Tidak bisa duduk, apalagi berjalan. Kemarin lusa, setelah kami periksakan ternyata ada syaraf di tulang belakang yang terjepit. Ini disebabkan karena ada bagian tulang belakang yang bergeser kemudian menjepit syaraf yang kemudian membuat tubuh bapak saya tidak bergerak.

Dan, hingga saat ini bapak saya belum bisa bergerak.

Saya merasa sedih saat mendengar bapak ngomongi adik saya, dan saat saya merasa saya sudah tidak kuat (biasanya akan berujung dengan nanges 😑), saya putuskan untuk keluar kamar, menghidupkan motor butut saya dan kembali ke kampus.

Saat saya mencoba kabur itu lah, saya mendengar bapak saya menangis. Saya lalu menaiki motor dengan perasaan yang embuh, sambil wiridan ngomongi diri saya sendiri:

“Ojo udan, ojo udan, akeh tanggungan!”

linguispekok Avatar

Published by

Categories:

Leave a comment