Saya kiranya perlu berterima kasih kepada Puthut EA, penulis buku “Buku Catataan Kecil untuk Calon Penulis” karena sebab buku itu lah saya kini bisa mengisi Blog usang ini dengan tulisan-tulisan yang memiliki semangat baru

Sebenarnya, saat saya dulu kuliah di Jogja, saya sudah punya niatan untuk menulis. Menulis apa? Apapun. Semua hal yang menurut saya layak, saya tulis. Maka saya memulainya dengan membuat buku harian.

Dalam buku harian itu, saya belajar memotret dan mengabadikan momen-momen yang saya lalui. Setiap hari, jika ada hal yang menurut saya menarik, maka saya akan menuliskannya.

Dari sini, preferensi tulisan saya beralih. Karena membaca cerpen-cerpen bagus, dari siapa pun penulisnya, saya menjadi tertarik menulis cerpen. Maka, bermodal sering oret-oret di Buku, saya mencoba menulis cerpen. Cerpen-cerpen abal-abal saya berserakan di note facebook dan juga komputer yang harddisk-nya kobong, dan membuat saya kehilangan semua file tulisan saya.

Setelah lulus, entah karena pusing dengan pekerjaan atau pusing dengan banyaknya hutang, saya jadi lupa menulis. Sebenarnya, dalam perjalanannya, selain facebook saya juga membuat blog, dengan harapan saya bisa ajeg menulis. Tapi, tentu saja hal itu cuma omong kosong belaka.

Blog akhirnya jadi ruangan kosong berdebu yang saya kunjungi beberapa kali dalam hitungan tahun. Kunjungan itu pun bukan karena saya ngisi konten, tapi cuma utak-atik template saja.

Bhaaa.

Maka, saat saya kemarin lihat Puthut EA posting tentang pre order buku ‘Catatan’ itu, tanpa pikir panjang saya beli. Tak ada niatan hal itu bakal membuat semangat menulis saya kembali muncul. Saya sebenarnya separo iseng saja ikut beli itu buku. Tapi, nyatanya hal yang tidak pernah saya pikirkan, terjadi!

Semenjak saya pertama kali membuka dan membaca prolog, tiba-tiba kenangan tentang semua rasa saat menulis dahulu muncul lagi. Saat saya membaca pesan pertama buku itu: “menulislah”, saya pun menulis lagi. Membuka blog lama ini, dan Hell with the template, dan saya pun mulai menulis lagi.

Dan akhirnya, buku ‘Catatan’ yang saya beli itu saya buka sesekali saja, dan saya biarkan dia menemani proses menulis saya hingga sekarang. Karena pesan awal dalam buku itu sudah cukup jadi pemacu semangat menulis saya.

Dan sekali lagi, saya berterima kasih kepada penulisnya.

شكرا كثيرا

linguispekok Avatar

Published by

Categories:

3 responses to “Tentang Menulis; Sebuah Perkenalan dengan Buku Puthut EA”

  1. Ami Avatar
    Ami

    Mboten geruk pak tumbas niku???

    Like

    1.  Avatar
      Anonymous

      “Getun”

      Like

Leave a reply to Ami Cancel reply